Penelitian yang berkaitan dengan penguatan ingatan dilakukan oleh Dr. Ruth Propper. Dalam penelitian tersebut, partisipan diberi bola karet dan diminta untuk meremasnya sekuat mungkin sebelum mengingat sebanyak 72 kata. Mereka meremas bola lagi dua menit kemudian ketika akan mengumpulkan sebanyak mungkin kata yang bisa diingat.

Satu kelompok menggunakan tangan kanannya pada dua tahap, sementara yang lain menggunakan tangan kiri. Kelompok ketiga mengepalkan tangan kanan sesaat sebelum mengingat kata-kata tersebut dan mengepalkan tangan kiri mereka untuk menyebutkannya. Sementara itu, kelompok keempat melakukan kebalikannya. Kelompok kelima memegang bola tetapi tidak meremasnya.

Hasil menunjukkan mereka yang meremas dengan tangan kanan dan diikuti tangan kiri dapat mengingat sebagian besar kata-kata tersebut. Hasil terbaik kedua, yakni mereka yang mengepalkan tangan kanan pada saat bersamaan, sementara mereka yang tidak meremas sama sekali lebih baik daripada mereka yang mendahulukan dengan tangan kiri.

Gerakan mengepalkan tangan kanan mengaktifkan daerah otak yang bekerja untuk menyimpan ingatan, sementara meremas tangan kiri memicu area otak sebagai kunci mendapatkan kembali informasi. Hasil ini menunjukkan gerakan tubuh sederhana, yakni dengan mengubah sementara jalannya fungsi otak, dapat memperkuat ingatan seseorang.

Dr. Propper menyarankan untuk melakukan cara tersebut, terutama bagi mereka yang kesulitan menggunakan pena dan kertas ketika berusaha mengingat daftar belanja ataupun nomor telepon. Meskipun demikian, Propper menyarankan perlu ada penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah tipe memori lainnya bisa ditingkatkan dan apakah jika sesorang yang kidal bisa menggunakan cara tersebut.

Berikut adalah artikel lengkap Dr. Ruth Propper “Getting a Grip on Memory: Unilateral Hand Clenching Alters Episodic Recall“.