LouAnne Johnson (2009) membagi kategori guru menjadi tiga rasa dasar, super, excellent, dan good. Memilih menjadi salah satu di antaranya dipengaruhi oleh kekuatan personal, hubungan pertemanan, tujuan profesional, dan prioritas individu seseorang.

Mengajar dengan super membutuhkan energi fisik, emosi, dan mental yang sangat tinggi. Guru-guru super biasanya tiba di sekolah lebih awal dan pulang paling akhir. Mereka juga menghadiri seminar dan melanjutkan pendidikan, sukarelawan bagi kegiatan murid, memberikan diri mereka bagi murid-murid yang membutuhkan bantuan ekstra di dalam maupun di luar kelas. Karena guru super menikmati hubungan yang solid dengan muridnya, maka tidak harus berfokus pada berapa banyak waktu atau energi untuk menerapkan disiplin di kelas-kelas mereka.

Mengajar dengan super membutuhkan dukungan fisik dan mental yang sangat besar, mungkin pula menyerap sejumlah dana dari pembiayaan hidup yang tersedia. Untuk guru yang belum berkeluarga, pilihan menjadi guru super masih terjangkau. Fisik, mental, dan biaya hidup guru yang belum berkeluarga pada umumnya belum sebesar guru yang sudah berkeluarga. Oleh karena itu, pertimbangan atas hal-hal di atas perlu dilakukan secara cermat. Bukanlah pilihan yang bijak jika memaksakan diri menjadi guru super sementara kita tidak mampu menjadi manusia yang luar biasa.

Mengajar dengan excellent mengeluarkan energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan mengajar super. Meskipun begitu, mengajar dengan excellent tetap dapat membuat lelah jika tidak hati-hati dalam menjaga keseimbangan pembagian waktu untuk diri dan keluarga. Guru-guru yang excellent menikmati pekerjaan mereka tetapi tetap membatasi jumlah waktu dan energi dibaktikan untuk mengajar. Guru excellent peduli dan melakukan yang terbaik untuk murid tetapi tidak mengorbankan kebutuhan keluarga. Para guru excellent juga bekerja lembur karena untuk mengajar yang baik dibutuhkan waktu lembur yang tidak dibayar tetapi memberi batasan waktu lembur yang dibutuhkan.

Guru yang good mengerjakan pekerjaannya dengan baik tetapi memahami batasan kemampuannya. Guru yang good membuat batasan yang jelas antara profesionalitas dan waktu pribadi. Mereka memperlakukan murid dengan rasa hormat, ingin berbuat yang terbaik untuk memastikan bahwa semua murid mempelajari materi yang disyaratkan untuk tingkat pendidikan selanjutnya tetapi mereka tidak merasa berkewajiban untuk menyelamatkan murid-muridnya satu per satu.

Guru-guru yang good tiba di sekolah cukup awal untuk menyiapkan diri tetapi mereka tidak menawarkan kunjungan ke rumah atau tidak juga jam istirahat mereka. Mereka juga tidak menghabiskan waktu mereka setelah jam pelajaran untuk bincang-bincang informal atau sesi-sesi konseling. Mereka mengunci pintu bagi kelas-kelas mereka malam hari, dan fokus pada kegiatan, pendidikan, hobi, dan keluarga sendiri. Dengan menciptakan batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dengan kehidupan profesional, para guru yang good memelihara energi emosional dan mental mereka.

Tanpa memandang apakah kita guru yang super, excellent, atau good, kita tetaplah seorang guru yang memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. Sekali lagi –super, excellent, atau good– adalah pilihan.

Daftar Pustaka

Johnson, LouAnne. 2009. Pengajaran yang Kreatif dan Menarik. Penerjemah Dewi Dharyani. Jakarta: PT Indeks.

Iklan